Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 19 April 2011

Sistem Konduksi Jantung






Sistem Konduksi Jantung


Dalam jantung terdapat kumpulan sel-sel jantung khusus yang mempunyai sifat dapat menimbulkan potensial aksi sendiri tanpa adanya stimulus dari luar. Sifat-sifat sel-sel ini disebut sifat outomatisitas. sel-sel ini terkumpul dalam suatu sistem yang disebut sistem konduksi jantung. Berdasarkan sifat tersebut menghasilkan impuls-impuls yang disalurkan melalui sistem hantaran untuk merangsang otot jantung dan menimbulkan kontraksi otot.
System kelistrikan jantung bersumber dan dimulai dari nodus sinoatrial yang terletak diantara pertemuan vena kava superior dan atrium kanan. Sinyal listrik kemudian disebarkan ke seluruh atrium melalui nodus interartrial (anterior,media dan posterior) dan ke atrium kiri melalui bundle dari bachman. Di antara atrium dan ventrikel pada sulkus artrioventrikuler terdapat suatu struktur jaringan ikat (cardiac skeleton) yang berfungsi sebagai tempat melekatnya katup jantung. Secara elektris, komponen ini bersifat sebagai penyekat ( insulator ) sehingga sinyal listrik tadi tidak dapat lewat ke ventrikel kecuali melalui Nodus Artrioventrikuler (NAV). Selanjutnya impuls masuk ke bundle His, yang merupakan bagian pangkal (proksimal) dari system his-purkinje yang bersifat menghantarkan listrik dengan sangat cepat. Kemudian sinyal listrik ini diteruskan ke berkas cabang kanan dan kiri dan berakhir pada serabut purkinje dan miokard untuk membuat otot jantung berkontraksi
                            


















Nodus SA
Terletak pada batas antara vena kava superioir dan atrium kanan. Simpul ini mempunyai sifat automatisasi yang tertinggi.
System konduksi intra atrial
Terdiri dari 3 jalur intermodal yang menghubungkan simpul sino-atrial dan simpul atrio-ventrikular dan jalur bachman yang menghubungkan atrium kanan dan kiri.
Nodus AV
Letak dibawah atrium kanan, antara sinus koronarius dan daun katup tricuspid bagian septal
Bundle of his
Adalah suatu berkas pendek yang merupakan kelanjutan bagian bawah simpul atrioventrikular yang menembus annulus fibrosus dan septum bagian membrane.
Bundle branch
Ke arah distal, berkas his bercabang menjadi 2 bagian yaitu cabang berkas kiri dan cabang berkas kanan. Cabang berkas kiri memberikan cabang-cabang ke ventrikel kiri , sedangkan cabang berkas kanan bercabang-cabang kea rah ventrikel kanan.
Serabut purkinje
Bagian terakhir dari system konduksi jantung yang merupakan anyaman halus dan berhubungan erat dengan sel-sel otot jantung
Sifat-sifat listrik jantung
Sel-sel otot jantung mempunyai susunan ion yang berbeda antara intrasel dan ekstrasel . Terdapat tiga ion yang mempunyai fungsi penting dalam elektrofisiologi : Na, K dan Ca.
Keadaan istirahat potensial membran bagian luar dan dalam tidak sama. Membran sel otot jantung pada saat istirahat berada dalam keadaan polarisasi, bagian esktrasel potensial lebih positif dibanding intrasel. Dengan perbedaan tekanan -90 mlvolt sampai -60 mlvolt. Bila membran otot jantung dirangsang sifat permeabilitas berubah sehingga ion Na masuk kedalam sel yang menyebabkan potensial berubah dari -90 mlvolt menjadi + 20 mlvolt , proses ini dinamakan depolarisasi. Setelah proses depolarisasi selesai maka potensial membran kembali ke keadaan semula yang disebut proses repolarisasi.










Potensial Aksi
Aktivitas listrik jantung merupakan akibat dari perubahan permeabilitas membrane sel, yang memungkinkan pergerakan ion-ion melalui membrane tersebut.
Potensial aksi dibagi menjadi 5 fase :
Fase istirahat (fase 4)à pada keadaan istirahat bagian luar sel jantung bermuatan positif dan bagian dalam bermuatan negative
·         Fase 0 à awal potensial aksi yang berupa garis vertical ke atas yang merupakan lonjakan potensial hingga mencapai +20 mV. Lonjakan potensial dalam daerah intraseluler ini disebabkan oleh masuknya ion Na+ dari luar ke dalam sel.
·         Fase 1 à masa repolarisasi awal yang pendek, dimana potensial kembali dari +20 mV mendekati 0 mV.
·         Fase 2 à fase datar di mana potensial berkisar pada 0 mV. Dalam fase ini terjadi gerak masuk dari ion Ca++ untuk mengimbangi gerak keluar dari ion K+
·         Fase 3 à masa repolarisasi cepat dimana potensial kembali secara tajam pada tingkat awal yaitu fase 4